Pengertian ROOT Android, Kelebihan dan Kekurangannya

advertisement
Apa Itu Root Android? Apa Kelebihan dan Kekurangannya? - Berbicara mengenai Android, tidak akan pernah ada habisnya dan untuk OS yang satu ini pasti sudah banyak yang mengenalnya. Mulai dari kalangan bawah, menengah sampai atas, kalangan anak-anak, remaja dan kalangan dewasa. Baik itu di Indonesia, maupun di seluruh penjuru dunia.

Sejak diluncurkan untuk pertama kalinya pada tahun 2008, OS Android menjadi viral pembicaraan hingga saat ini. Selain itu, ada terdapat banyak sekali istilah-istilah baru terdengar, salah satunya istilah ROOT. Istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar pengguna ponsel berbasis android, namun ada yang belum tahu menahu sama sekali.

Uniknya, dari sekian banyak penggunanya, paling tidak ada tiga golongan yang bisa saya golongkan mengenai pemahaman mereka tentang istilah tersebut. Pertama, orang-orang yang sama sekali belum mengenal/awam. Kedua, orang-orang yang sudah mengenal, namun tidak tahu apa itu Root dan yang Ketiga adalah orang-orang yang benar-benar sudah paham bahkan ahli dalam root sistem operasi Android. Dari tiga golongan di atas, anda termasuk yang mana? Yang pertama, kedua atau ketiga? Silahkan jawab dalam hati saja ya. Hehehe!
Pengetahuan tentang Root Android jelas sangat perlu anda ketahui dan pahami, karena selain memiliki keuntungan, juga mempunyai kerugian yang mungkin akan berakibat fatal untuk perangkat yang sedang anda gunakan. Lalu apa itu Root Android? Apa kelebihan dan Kekurangannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Pengertian Root Android

"Root" apabila diartikan kedalam Bahasa Indonesia berarti "Akar" atau "Dasar". Jadi Root Android adalah tindakan yang dapat memberikan sebuah kontrol istimewa, multak, absolut kepada pengguna untuk mengakses system / sub system Android. Dengan kata lain pengguna memiliki kekuasaan untuk mengakses dan mengeksekusi semua file dan perintah atas semua yang ada didalam sistem android. Singkatnya, root memberikan kontrol tanpa batas kepada penggunanya untuk melakukan hal-hal apa yang ia inginkan.

Root Android hampir mirip JailBreak terhadap sistem operasi iOS milik apple, dimana keduanya sama-sama memberikan kontrol istimewa dan memberikan akses penuh kepada penggunanya untuk bisa melakukan hal-hal sesuai apa yang pemiliknya ingin lakukan.

2. Kelebihan Root Android

Kelebihannya adalah memudahkan pengguna agar bisa masuk kedalam dasar sistem. Baik itu untuk melakukan modfikasi system, mengubah tampilan interface, tweaking, menghapus aplikasi bawaan yang tidak bisa dihapus melalui pengaturan aplikasi, memasang aplikasi tertentu yang membutuhkan akses root, meningkatkan performa dan masih banyak lagi kelebihan lainnya tanpa batas. Jika diibaratkan, root sama seperti administrator pada windows dimana user bisa melakukan apa saja dalam OS Windows.

2.1. Meningkatkan Kinerja Android

Rooting memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk melakukan Tweak atau Overclock terhadap hardware yang tertanam didalam perangkat. Misalnya melakukan optimasi terhadap pemakaian RAM dengan menonaktifkan / membekukan aplikasi yang berjalan tanpa sepengetahuan penggunanya menggunakan bantuan aplikasi Greenify.

2.2. Menghapus Aplikasi Bawaan (Bloatware) Android

Ketika anda membeli sebuah smartphone android, pasti didalamnya sudah banyak aplikasi yang sudah siap digunakan, bahasa gaulnya aplikasi standar (bloatware). Tetapi, tidak semua aplikasi tersebut akan digunakan, dan ketika anda ingin meng-unistall atau menghapusnya, maka anda tidak akan dapat melakukannya. Namun ketika anda melakukan root, aplikasi bloatware tersebut bisa anda hapus, baik itu dihapus satu per satu memakai RootExplorer atau menghapus semuanya sekaligus menggunakan app Clean Master.

2.3. Menghemat Daya Baterai Android

Walaupun di dalam sebuah ponsel android sudah ada fitur penghemat baterainya, tetapi terkadang fitur tersebut tidaklah terlalu mambantu dalam hal mengehmat pemakaian daya baterai. Tetapi saat ponsel anda sudah dalam keadaan root, maka anda bisa melakukan kalibrasi baterai menggunakan Battery Calibration yang memiliki cara kerja menghapus file "batterystats.bin" yang terdapat dalam sistem.

2.4. Penyimpanan Internal Android Lebih Lega

Pernahkan mendapati situasi dimana anda tidak bisa memasang aplikasi apapun padahal memori internal/eksternal anda masih memiliki banyak ruang kosong? Nah, sebenarnya pengaruh utama mengapa anda tidak bisa lagi memasang aplikasi karena disebabkan oleh tempat penyimpanan aplikasi di sistem ini sudah penuh. Untuk mengatasinya, diperlukan tindakan menghapus aplikasi-aplikasi sistem tidak berguna yang terdapat di dalam sistem tersebut. Tetapi dengan catatan, ponsel harus sudah dalam keadaan root.

2.5. Mengubah Tampilan Android Lebih Keren dan Menarik

Root dapat memberikan keleluasaan terhadap penggunanya untuk melakukan modifikasi tampilan (User Interface) android. Misalnya menambahkan menu baru yang tidak disediakan oleh vendor, mengubah tampilannya menjadi lebih keren dan menarik, mengganti versi / nomor model perangkat (hanya gaya saja) dan sebagainya.

Untuk melakukan semua hal tersebut, anda hanya perlu memakai aplikasi seperti Xposed Framework Installer atau menginstall Custom ROM yang memiliki gaya tampilan unik dan menarik dan lain sebagainya.

2.6. Backup dan Restore Data Android Lebih Mudah

Titanium Backup adalah salah satu aplikasi yang menawarkan kepada pengguna untuk membackup ataupun merestore data dengan sangat mudah. Baik itu membackup / merestore data seperti kontak, aplikasi, file, foto, video dan lainnya. Tetapi untuk menginstall aplikasi ini diperlukan akses root.

2.7. Memblokir Iklan di Android

Salah satu yang paling mengganggu ketika membuka sebuah aplikasi adalah pada saat munculnya banyak iklan. Meski tidak semua iklan mengganggu, tetapi ada beberapa aplikasi yang sangat kita butuhkan memunculkan banyak iklan yang sangat mengganggu. Nah, untuk megatasi hal tersebut, anda bisa memakai app Lucky Patcher untuk memblok iklan-iklan tersebut. Untuk memblok iklan pada website anda bisa menggunakan AdFree, AdBlock Plus dan AdAway.

3. Kekurangan Root Android

Google sebagai pemilik Sistem Operasi Android melarang keras kepada siapa saja untuk melakukan root terhadap sistem operasi mereka. Alasannya cukup sederhana, yaitu masalah keamanan smartphone. Keamanan seperti apa yang ia maksud? Keamanan yang dimakud disini adalah keamanan agar sistem operasi Android tidak dirusak, diotak atik atau bahkan sampai yang lebih parah sekalipun. Rooting akan membuka semua sistem keamanan OS. Tentu ini akan sangat berbahaya, terlebih jika dilakukan oleh orang awam. Berikut ini Kekurangan Root Android yang perlu anda ketahui.

3.1. Garansi Perangkat Hilang

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa setiap distributor ponsel berbasis android, melarang setiap penggunanya untuk melakukan root. Jika hal itu terjadi, maka kita tidak diperkenankan untuk melakukan klaim garansi.

Alasannya apa? Kenapa hal itu bisa terjadi? Ibaratnya seperti saat membeli sebuah barang elektronik, dimana pada barang tersebut pasti dipasangi beberapa segel. Segel ini bertujuan untuk melindungi barang agar tetap dalam kondisi utuh dan aman, sampai pada saat garansi barang tersebut ingin diklaim.

Nah hal ini juga berlaku kepada ponsel yang kita beli. Apabila melakukan root sistem operasi ponsel tersebut, secara tidak langsung kita telah merusak segel tersebut. Jika segel rusak, maka untuk melakukan klaim garansi ponsel sudah tidak bisa dilakukan lagi.

3.2. Rentan Terserang Virus

Root Android akan membuka akses kepada virus yang kapan saja bisa masuk kedalam sistem operasi Android. Virus merupakan sebuah program yang dirancang untuk melakukan hal-hal tertentu, misalnya kemampuan untuk mengambil data-data yang bersifat pribadi dan rahasia seperti nomor kartu kredit, video, foto, dokumen rahasia serta data-data penting lainnya kemudian dikirim kepada pembuatnya.

Selain hal tersebut di atas, ada banyak jenis virus yang pekerjaannya hanya merusak, menghapus dan menyembunyikan data-data yang ada didalam ponsel android anda. Baik itu data yang tersimpan di dalam memori internal maupun kartu memori.

3.3. Bootlop

Apa itu Bootlop? Bootlop adalah kejadian dimana ponsel hanya stack (berhenti) pada bagian logo ketika smartphone dinyalakan. Penyebab utama terjadinya hal ini adalah pada saat proses rooting yang tidak berjalan dengan sempurna atau salah dalam memilih aplikasi root. Solusi untuk mengatasi hal ini yakni Melakukan Flashing / Install Ulang ROM Android.

3.4. Kerusakan Permanen

Salah satu resiko paling besar yang dihadapi saat proses atau setelah root adalah kerusakan permanen terhadap smartphone. Hal ini biasanya terjadi ketika proses rooting yang dipaksahkan, pemilihan file root yang keliru dan dilakukan secara berulang-ulang. Sehingga hardware yang ada di dalam smartphone akan kewalahan / panas dan menyebabkan hardware tersebut jebol atau rusak parah.

Untuk mencegah hal ini terjadi, pastikan bahwa file root yang anda pilih sudah tepat. Usahakan file tersebut anda ambil dari sumber terpercaya dan pastikan bahwa file yang dipilih sudah sesuai dengan model ponsel anda. Selain itu, sebelum melakukan root, pastikan daya baterai ponsel tidak kurang dari 50%.

4. Jenis-Jenis Root

Sekarang ini ada banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan. Cara penggunaanya juga bermacam-macam, misalnya ada yang bisa digunakan langsung atau dengan kata lain tanpa memakai Komputer dan ada juga yang harus dipasang melalui menu recovery seperti CWM atau Custom Recovery TWRP (memerlukan bantuan komputer).

Untuk aplikasi yang bisa digunakan secara langsung tanpa menggunakan PC, memang penggunaannya sangatlah mudah. Tetapi tingkat keberhasilan untuk melakukan rooting sangatlah rendah. Tetapi apabila menggunakan bantuan komputer, memiliki tingkat keberhasilan hingga 70-90%.

4.1. Root Tanpa Komputer

Walaupun tingkat keberhasilan dalam melakukan root sangat rendah, akan tetapi ada juga beberapa aplikasi root tanpa PC yang sudah berhasil melakukan root. Bagi anda yang ingin mencobanya, berikut ini ada dua jenis aplikasi yang admin rekomendasikan.
  1. KingRoot
  2. FramaRoot
Pemakaian kedua aplikasi root tersebut di atas, sangatlah mudah. Anda hanya perlu menginstallnya kedalam perangkat smartphone, lalu kemudian jalankan.

4.2. Root Menggunakan Komputer (Via TWRP)

Cara yang kedua ini tentu saja memerlukan peralatan utama yakni komputer serta membutuhkan software tambahan. Namun pada artikel ini, admin hanya bisa menyarankan dua tools saja itupun khusus smartphone Samsung. Karena sejauh ini, admin belum memiliki keahlian untuk melakukan rooting terhadap perangkat lainnya.
  1. Cara Root dengan CF-Auto Root
  2. Root dengan MagiskRoot
Kedua cara tersebut di atas, sudah admin buat tutorial lengkapnya.

5. Kesimpulan dan Saran

Rooting memang kadang diperlukan terhadap ponsel, tetapi bagi anda yang masih baru/awam, sebaiknya tidak perlu melakukan root, karena resikonya mungkin tidak sebanding dengan manfaatnya. Namun jika dalam keadaan terpaksa, saya sarankan lebih baik anda meminta bantuan kepada orang-orang yang benar-benar sudah paham akan hal ini karena kesalahan sedikitpun bisa berakibat fatal.

Demikian penjelasan singkat mengenai Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan Root Android di atas, semoga ada manfaatnya. Terima kasih dan Salam!
advertisement
Open Comments